Cara Mudah Mengingat Isi Buku Yang Pernah Kita Baca

kindle-ebook
Tips membaca buku

Salah satu masalah yang selalu datang dan hinggap di pikiran kita setelah membaca, baik ketika baru memulai kebiaasaan positif tersebut atau bahkan bagi kita yang sudah lama "suka membaca", yaitu tidak tau atau lupa terhadap informasi apa yang telah kita dapat dari suatu buku yang pernah kita baca

Hal ini sering terjadi, kita membaca buku dan dengan bijaksananya kita berharap buku tersebut akan membawa kita kepada perubahan yang lebih baik. Tapi kenapa? Karena pada kenyataanya kita begitu mudah melupakan insight yang kita dapatkan tersebut bahkan pada momen yang kita menyadari akan kebutuhan insight dari buku tersebut.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi beberapa strategi agar kita mampu menampung dan mengingat insight yang terdapat dari buku yang pernah kita baca. Beberapa tips ini tidak mesti dilakukan terhadap semua buku -bisa disesuaikan, namun kita sendiri akan merasakan sendiri tatkala menerapkannya sebagian atau keseluruhan.

Menghimpun informasi dengan memperoleh ilmu pengetahuan adalah dua hal yang berbeda

Tatkala kita menginginkan suatu impact atau dampak dari apa yang telah baca, artinya ingin menempuh pembacaan yang bukan sekedar membaca tetapi menapaki sebuah proses yang kita kenal dengan belajar -learning-thalibul ilm

Proses belajar pada dasarnya terdiri dari sebuah refleksi dari apa yang telah kita pahami dan memberikannya sebuah feedback (umpan balik). Ketika kita dihadapkan pada sebuah informasi maka kita akan memoelajarinya melalui refleksi terhadap pengalaman kita (atau bisa berupa percobaan/eksperimen) dan bisa juga melihat pengalaman orang lain.

Buku merupakan salah satu sumber informasi yang kaya serta menyuguhkan kita dengan hamparan informasi detail, di mana kita tidak hanya belajar sesuatu yang disampaikan penulis akan tetapi juga memungkinkan bagi kita untuk melihat dunia dengan cara pandang penulis.

Sehingga akan sangat lemah dan rugi apabila kita hanya sekedar membaca tanpa menyediakan waktu untuk merenung dan menmikirkan insight menarik tersebut kedalam kehidupan kita, agar suatu bacaan benar-benar bermanfaat dan melahirkan kebijaksanaan dalam kehidupan kita.

Active Reading

membaca-buku

Active reading atau Membaca aktif artinya kita terlibat dengan sebuah buku pada semua langkah dalam proses membaca di dalamnya. Dari pertama memutuskan untuk membaca hingga refleksi setelahnya, memiliki rencana tentang bagaimana kita akan mencerna dan mempelajari apa yang ada di dalam buku tersebut.

Langkah sederhananya kita bisa memberikan beberapa pertanyaan terhadap diri sendiri mengenai aspek apa aja yang bisa kita eksplor dan dapatkan dari buku yang hendak dibaca. Misalnya pertanyaan:

mengapa penulis mengangkat topik ini? apakah topik ini memiliki kaitannya dengan suatu hal yang sebelumnya kita ketahui? apa yang bisa kita dapat dari membaca buku ini?, atau semisal buku yang direkomendasikan dosen di kampus kita bisa bertanya kenapa dosen tersebut membahas buku ini di semester sekarang? dan lainnya

Active reading menghimpun berbagai proses mental untuk menyimpan lebih banyak informasi dan membuat pengetahuan baru yang diperoleh lebih bermanfaat. Sebuah langkah yang penting agar mampu membaca secara efektif dalam memahami dan mempelajari isi buku. Hal ini akan sangat terasa berbeda jika kita membandingkannya dengan membaca secara pasif.

Karena dalam hal ini tujuan kita bukan hanya membaca secara pasif, akan tetapi kita mengingkan sesuatu yang lebih baik, memepelajari sesuatu dan menembangkan kemampuan berpikir kritis kita.

Maka tidak sedikit keberhasilan memahami suatu bacaan itu bermuara dari persiapan yang bagus. Apa yang kita lakukan sebelum membaca lebih penting daripada yang kita sangka. Berikut adalah strategi untuk membantu kita merencanakan dan masuk ke dalam kerangka berpikir active reading.

Memilih Buku Yang Tepat

Tidak ada aturan khusus dalam menentukan sebuah buku, saya juga berprinsip bahwa saya bebas membaca buku apa saja yang saya butuh dan saya tidak pernah berhak mengatur bacaan orang lain. Sementara itu yang perlu kita perhatikan pada pembahasan kali ini yakni pilihan buku yang sebenarnya akan membantu kamu dalam melaksanakan kemampuan active reading

Tidak terlalu fokus terhadap buku yang ramai dibicarakan, bestseller, atau klasik dan semisalnya, faktanya membaca buku yang tidak diketahui orang lain juga sama-sama bermanfaat dan karena kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang tidak dimiliki orang lain. Jadi tidak perlu kaku dalam memilih sebuah buku, yang penting buku tersebut relevan dan memantik minat kita serta menantang untuk dibaca

Semakin menarik dan relevan sebuah buku bagi kehidupan kita, semakin besar kemungkinan kita untuk mengingat isinya di masa depan. Untuk buku-buku lama/manuscript kuno atau yang telah diterjemahkan, maka poerlu bagi kita untuk memilah mana versi terbaik, dan tidak perlu membeli banyak versi

Memahami Konteks

Salah satu cara mudah terhubung dengan sebuah karya yang hendak kita baca yakni kita mengerti dan memahami latar belakang dari karya tersebut, dan itu artinya perlu bagi kita untuk melakukan "research" terlebih dahulu sebelum memilih dan membaca suatu buku.

Dan hal tersebut juga sering dilakukan oleh para syaikh tatkala mengajarkan sebuah kitab/buku di kajian mereka. Ambil contoh semisal syaikh shalih al ushoimi ketika membacakan atau memberi penjelasan terhadap sebuah karya, maka beliau selalu mengawalinya dengan pemaparan latar belakang penulis, latar belakang kepenulisan, pembahasan terkait tema yang diangkat dan lainnya.

Baca juga Rekomendasi Buku Self-Improvement Yang Harus Kamu Miliki

Hal itu akan semakin menguatkan koneksi antara kita dengan buku, bahkan dengan penulisnya sekalipun. Riset terhadap bacaan yang akan kita baca mungkin tidaklah wajib akan tetapi akan sangat membantu "boosting" kepemahaman kita.

Misalnya buku yang sudah tua, kita perlu memahami konteks historisnya, demikian juga buku-buku yang kurang familiar seperti dari negara tertentu, kita juga perlu memahami konteks kulturalnya.

Salah satu pihak yang sangat pakar dalam masalah ini contohnya Ibnu khaldun, ketika beliau membuat buku sejarah yang puluhan jilid, maka beliau menulis buku muqaddimah/pembuka yang khusus menjelaskan bagaimana fenomena sosiologi yang terjadi tatkala menulis buku sejarah tersebut

Mungkin pertnayaan-pertanyaan seperti ini akan sedikit membantu:

  • Mengapa penulis menulis tentang ini?
  • Apa latar belakang mereka?
  • Bagaimana kondisi sosial dan politik ketika buku ini di tulis?
  • Penulis Berasal dari mana?
  • Apakah penulis menulis karya lain yang semisal?
  • Dan lainnya
  • Skimming Dengan Benar

    Sebelum mulai membaca buku (khususnya nonfiksi), bacalah indeks, halaman isi, kata pengantar, dan bagian dalam sampul untuk mendapatkan gambaran tentang pembahasan utama buku tersebut. Informasi ini kita gunakan untukmenaruh ekspektasi terkait buku dan menyaring apa yang akan kita cari saat membaca.

    Daftar pustaka juga dapat menunjukkan environment sebuah buku. Penulis sering membaca ratusan buku untuk setiap buku yang mereka tulis, jadi buku yang diteliti dengan baik harus memiliki daftar pustaka yang penuh dengan teks yang menarik. Setelah kita membaca buku tersebut, kita bisa meneliti kembali daftar pustaka dan catat buku apa pun yang dibaca selanjutnya.

    Mengingat Kembali Isi Buku

    membaca-buku

    Katakanlah sekarang kita telah mampu membaca secara aktif, kita terlibat pada tingkat yang lebih dalam dengan buku tersebut. Membuat koneksi ke kehidupan kita sendiri. Langkah selanjutnya adalah memastikan kita mampu mengingat suatu yang penting.

    Karena pada kenyataannya 24 jam kita tentulah tidak dihabiskan hanya dengan buku, kita sibuk dan memiliki aktifitas lain. Maka kita harus memastikan hubungan/koneksi kita dengan buku tersebut tidaklah rapuh

    Mencatat

    Mencatat ulang merupakan bagian terpenting dalam upaya "menyimpan" informasi yang sekiranya penting. Bahkan sang nabi ﷺ pernah berucap "ikatlah ilmu dengan tulisan".

    Membuat catatan adalah landasan penting untuk merefleksikan dan mengintegrasikan apa yang telah kita baca ke dalam pikiran. Ada banyak sekali cara yang dapat dilakukan pada realisasinya, Beberapa orang lebih suka mencatat catatan di kartu indeks atau di buku biasa; yang lain lebih memilih sistem digital.

    Sonke Ahrens misalnya sampai membuat buku mengenai tips mencatat dengan benar sehingga suatu informasi yang kita baca menjadi bagian yang menyatu bersama pikiran kita.

    Mulailah mencatat dengan menulis ringkasan singkat dari setiap bab dan menyalin setiap bagian atau frasa yang bermakna. Jika kita merasa bingung bagaimana cara menyedrhanakan pikiran kita, cukup bayangkan seseorang telah menepuk bahu kita dan meminta untuk menjelaskan bab yang baru saja selesai kita baca. Mereka belum pernah membaca buku ini dan tidak memiliki gagasan tentang materi pelajaran, maka kita bisa menyampaikanannya sesederhana mungkin namun sebisa mungkin bisa dipahami, bukan?

    Tetap Menjaga Fokus

    Memahami dan menyerap sebuah buku membutuhkan fokus yang mendalam, terutama jika materi pelajarannya padat atau kompleks. Ingat, kita bertujuan untuk membaca aktif dan Membaca aktif membutuhkan fokus dan kemampuan untuk terlibat dengan kata-kata di halaman.

    Memutuskan waktu membaca yang jauh dari berbagai distraksi, kita fokus pada buku dan tidak ada yang lain. Tidak ada cek IG, email, WA, TV dan lainnya. keep focus!

    Di ruang-ruang sunyi yang dibuka dengan pembacaan buku secara mendalam dan tanpa gangguan itu orang-orang membuat asosiasi mereka sendiri, beranalogi, mencari kesimpulan dan mengembangkan ide-ide mereka. Mereka berpikir secara mendalam selayaknya bacaan pembacaan yang mendalam - Nicholas Carr -

    Baca juga cara berhenti terfokus pada hal-hal buruk tak bernilai, Review buku sebuah seni bersikap bodo amat

    Menetapkan Hubungan Emosional

    Setiap karya tidaklah hampa, di dalamnya mesti ada gagasan penulis yang akan memberikan "makna" dari suatu pandangan terhadap pembacanya. Berusaha untuk membentuk hubungan dengan diri kita adalah cara yang bermanfaat untuk lebih mengingat apa yang kita baca.

    Saat kita menemukan bagian atau konsep yang penting, cukup berhenti sejenak dan coba memvisualisasikannya. Jadikan gambar itu semenarik dan sebeda mungkin dengan menghubungkannya dengan ide-ide lain yang sudah ada di otak, serta memberikan kesan khusus dalam diri kita

    Memiliki kerangka konsep yang dibangun dengan sengaja dan terhubung dengan alam pikir (secara sadar) memungkinkan kita untuk lebih memahami dan mensintesis buku dengan memungkinkan kita membuat koneksi dengan apa yang sudah kita ketahui. Sehingga pengetahuan lebih mudah melekat dalam ingatan kita jika sudah terhubung pada sesuatu yang sudah kita pahami sebelumnya.

    Berhenti Ketika Bosan

    Saya pernah merasa bosan dengan buku psikologi yang pernah saya baca, alasannya karena memang bidang tersebut sangat jauh dari bidang saya dan terlalu berat. Meski ambisi setiap pembaca adalah menyelesaikan bacaannya, namun tetap saja semakin diteruskan malah semakin lemah dalam memahami isi buku tersebut

    Nyatanya tidak hanya saya atau kita yang memiliki masalah ini, tidak sedikit para opembaca buku di luar sana juga menghentikan bacaan tatkala mereka "bosan", bahkan merekomendasikan untuk tidak melanjutkannya.

    Penulis dan pustakawan Nancy Pearl menganjurkan “Rule of 50.” bahwa memerlukan 50 halaman pertama sebuah buku untuk kemudian memutuskan apakah buku tersebut layak untuk diselesaikan atau tidak.

    And if, at the bottom of Page 50, all you're really interested in is who marries whom, or who the murderer is, then turn to the last page and find out. If it's not on the last page, turn to the penultimate page, or the antepenultimate page, or however far back you have to go to discover what you want to know. And rest assured that, despite the sophistication of computerized checkout and check-in technology at the modern library, there's no way that anyone there will be able to tell (even if they were interested) whether you've really read every page of the book you just returned.

    Apa Yang Ingin Kita Lakukan Dengan Ilmu Baru Yang Kita Peroleh

    catatan-buku

    Kembali ke awal paragraf tulisan ini, bahwa kita menginginkan bahwa buku yang kita baca tersebut berpengaruh terhadap kehidupan real kita, dan membawa kita kepada perubahan yang lebih baik. Maka ilmu yang telah didapat itu tidak layak untuk hanya sekedar ditimbun, lebih baik kita menerapkan dan mengamalkannya.

    Menerapkan Apa Yang Telah Kita pelajari

    Salah satu tokoh yang sangat tidak asing jika kita mencari cara atau metode "belajar yang baik" adalah richard feynman (Peraih noble di bidang fisika). Beliau mmerumuskan empat langkah sederhana dalam belajar: memilih konsep, mengajarkannya kepada orang lain yang tidak terbiasa dengan subjek, mengidentifikasi kesenjangan dalam pemahaman kita dan kembali ke materi sumber, dan meninjau dan menyederhanakan.

    Mengajar orang lain adalah cara yang ampuh untuk menanamkan informasi dalam pikiran. Setelah menyelesaikan sebuah buku, dekati orang terdekat (yang bersedia) dan beri tahu mereka tentang apa yang telah kita pelajari. Mungkin awalnya sedikit tidak mudah, namun efeknya besar bagi kita.

    Atau kita bisa membagikan apa-apa yang telah kita pahami di sebuah artikel di mana orang-orang bisa mendapat informasi dengannya, bahkan memeri tanggapan terhadap apa yang kita tulis

    Memastikan Catatan Kita Bisa Ditemukan

    Tidak jarang saya kehilangan notes atau catatan yang telah saya buat, entah terselip di lemri atau memang benar-benar telah terbuang. Ini merupakan kesalahan fatal yang sering saya lupakan, dan tidak patut ditiru hehe. Karena di suatu waktu kita akan benar-benar membutuhkannya meskipun kita merasa sudah menguasainya di dalam kepala

    Baca juga 6 Situs Download Ebook Gratis Yang Bisa Kamu Gunakan

    Catatan tersebut biarlah menjadi resources yang dapat membantu kita kapanpun kita membutuhkan inspirasi, motivasi, atau refreshing pemikiran tanpa harus membuka buku-buku kembali, dan ini sangatlah berharga.

    Kita bisa menuliskannya di tempat-tempat seperti berikut:

  • Membuat tempat khusus katalog catatan yang bisa kita akses dengan mudah seperti box kartu, laci khusus dll.
  • Buku catatan biasa yang kita simpan di tempat yang mudah dijangkau
  • Disimpan secara cloud (ini yang saya suka), seperti di google notes, blog, dan lainnya
  • Membaca Ulang (kalau mau)

    Iya, kitta bisa mencoba membaca ulang kalau mau atau memang membutuhkannya selain membaca catatan. Namun kita biasanya bisa membaca lebih cepat atau melakukan skiming karena sebelumnya pernah membaca.

    Walaupun membaca ulang bisa tampak seperti membuang-buang waktu karena ada begitu banyak buku lain untuk dibaca, ini adalah kesalahpahaman dari proses pembelajaran. Waktu terbaik untuk mulai membaca ulang buku yang bagus adalah tepat setelah buku itu selesai. Tujuannya bukan untuk membaca buku sebanyak mungkin, namun untuk mendapatkan sebanyak mungkin hikmah dan ilmu.

    Sekian

    Cara Mudah Mengingat Isi Buku Yang Pernah Kita Baca
    Baca juga :
    Checkout Form Whatsapp
    Data Anda
    Data Lainnya
    KIRIM