Notification texts go here Contact Us Here !

Full Review Buku "The Biology of Beliefs" - Bruce Lipton (part 1/4)

hampir semua orang akan menjawab Darwin, bukan? Tapi tahukah Anda bahwa Darwin sebenarnya bukan orang pertama yang memikirkan konsep evolusi?

Pendahuluan :

    Ada banyak hal yang kebanyakan orang tidak mengerti tentang genetika dan biologi. Dan tidak apa-apa; jika kita ingin tahu segalanya tentang itu, mungkin kita akan menjadi seorang ahli biologi dan genetika! Tetapi terkadang kurangnya pemahaman kita tentang hal ini malah mengarahkan pada miskomunikasi karena terkadang kita secara keliru mengaitkan hal-hal dengan genetika atau bergulat dengan perdebatan Nature vs. Nurture. Namun, ahli epigenetik dan ahli biologi perkembangan yakni Bruce H. Lipton menunjukkan bahwa hal-hal yang sedikit kurang ilmiah — seperti lingkungan kita, sistem kepercayaan kita, dan pandangan dunia kitamemiliki dampak yang lebih kuat daripada yang kita sadari sebelumnya. Oleh karena itu, ia berteori bahwa jika kita ingin sampai pada pemahaman holistik tentang kemanusiaan dan bagaimana otak kita bekerja, kita perlu memasukkan data ini ke dalam studi biologi kita. The Biology of Belief adalah upayanya untuk melakukan hal itu dan kita akan mengeksplorasi temuannya melalui ringkasan ini.

Bacteria, Medical, Biology, Health, Anatomy, Science
Mikrobiologi


Bab 1 : Sejarah Evolusi

    Ada beberapa kesalahpahaman dalam pendidikan kita. Sebagai contoh, kita sering mendengar bahwa, "Pada tahun seribu empat ratus sembilan puluh dua, Columbus mengarungi samudra biru" sebagai alat pengingat untuk membantu kita mengingat bahwa Columbus menemukan Amerika. Tapi tentu saja, dia tidak melakukannya, begitu pula Amerigo Vespucci, yang akhirnya dinamai Amerika. Faktanya, kita sekarang tahu bahwa penjelajah Viking Leif Erikson menemukan Amerika sekitar lima abad sebelum Columbus atau Vespucci berangkat. Namun informasi yang salah ini sering berlanjut! Begitu pula dengan pendidikan ilmiah kita. Karena jika Anda bertanya siapa bapak evolusi, hampir semua orang akan menjawab Darwin, bukan? Tapi tahukah Anda bahwa Darwin sebenarnya bukan orang pertama yang memikirkan konsep evolusi? 

leif ericsson - spongebob

    Sama seperti kita sering melupakan penjelajahan bersejarah Leif Erikson, kita juga melupakan ahli biologi Prancis Jean-Baptiste Lamarck, yang memikirkan teori evolusi beberapa dekade sebelum Darwin melakukannya. Namun, kita dapat ditolerir akibat kebingungan karena kedua ide tersebut agak berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, kita mengkarakterisasi teori evolusi Darwin melalui istilah-istilah seperti “survival of the fittest” yang menyiratkan bahwa setiap makhluk di bumi sedang berjuang untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas dan melestarikan spesies mereka dari segala rintangan. Lamarck, sebaliknya, mengambil pendekatan yang lebih santai. Sebaliknya, ia menyarankan bahwa organisme individu telah bersatu demi melestarikan spesies mereka. Menurut teorinya, makhluk hidup — kategori yang mencakup segala sesuatu mulai dari amuba hingga mikroba hingga manusia dan hewan — telah mengakui nilai kerja sama dan kolaborasi. Prinsip dasar ini mendukung teori evolusi Lamarck karena menyatakan bahwa, alih-alih mengalami mutasi acak, makhluk hidup mulai beradaptasi sebagai respons terhadap lingkungan mereka dan bekerja sama untuk memastikan kelangsungan hidup spesies mereka. 

Dna, Helix, String, Biology, 3D, Biotechnology
Helix DNA


    Dari review singkat teori Lamarck ini, kita dapat melihat bahwa — meskipun kita menyebut Darwin sebagai pendiri evolusi — ideologi Lamarck sebenarnya lebih dekat dengan apa yang kita ketahui tentang evolusi saat ini (modern). Kita tahu, misalnya, bahwa sistem kekebalan kita bekerja menurut model ini, beradaptasi untuk melawan virus dan infeksi. Dan seperti yang disarankan Lamarck, kita juga tahu bahwa sel kita dapat meneruskan pengetahuan yang mereka peroleh ke sel yang mereka reproduksi. Akibatnya, generasi sel masa depan dapat mengingat apa yang telah mereka pelajari dan beradaptasi saat mereka juga memperoleh informasi baru.
    Ini pada gilirannya memajukan siklus evolusi dan mempertahankan informasi sel yang diperbarui. Kemajuan ilmu pengetahuan modern juga telah mengilustrasikan bahwa ada hubungan simbiosis antara spesies yang berbeda, baik di dunia hewan maupun di dalam tubuh kita sendiri. Ini, tentu saja, mendukung teori Lamarck bahwa organisme bekerja sama untuk meningkatkan kelangsungan hidup. Dan mungkin yang paling menarik, kita dapat melihat bahwa reproduksi di antara spesies yang sama bukanlah satu-satunya cara untuk mewariskan materi genetik. Faktanya, sesuai dengan teori Lamarck, kita akan melihat bahwa gen sebenarnya dapat dibagi antara spesies yang berbeda, menciptakan sesuatu yang berbeda dan baru. Kita akan menjelajahi ini dan aspek menarik lainnya dari hubungan kita dengan genetik di bab-bab selanjutnya.


 

About the Author

Holla, we share any interesting view for perspective and education sharing❤️

Post a Comment

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.