Memahami Puzzle Bencana Perubahan Iklim - Siapa Yang Dirugikan?

Banyak dari kalangan ilmuwan percaya dan berargumen mengenai dampak merugikan aktivitas manusia di muka bumi. Planet kian memanas pada tingkat yang mengkhawatirkan dan itu ulah kita sendiri.

Terlepas dari percayanya kita terhadap pemanasan global atau tidak, sulit untuk melihat kerusakan yang kita sebabkan karena kita belum pernah melihat yang semisal dalam lemabaran sejarah sebelumnya.

Kita mungkin pernah diajarkan hal-hal dasar seperti: kurangi penggunaan plastik, daur ulang, dan kendarai mobil hybrid di mata pelajaran PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) Sekolah Dasar.

Pembakaran bahan bakar fosil juga merupakan bagian dari gas berbahaya yang kita pancarkan ke udara, tetapi di sisi lain industri peternakan berada tepat di belakangnya.

Kita bisa membayangkan sapi-sapi lucu merumput di perbukitan yang damai dan ladang hijau tanpa berpikir makanan mereka akan habis, namun gambaran tersebut jauh dari kenyataan.

Faktanya, pertanian ini bertanggung jawab atas deforestasi (penggundulan hutan) di bumi kita, mengeliminasi sumber daya kita yang mampu menyerap gas berbahaya, dan bahkan memproduksi gas berbahaya yang menghangatkan planet kita.

Sebagaimana masyarakat terdahulu telah bersatu dan mengorbankan kemewahan untuk kebaikan yang lebih besar, maka inilah saatnya bagi kita melangkah dan mengubah cara berpikir kita dengan memulai gerakan yang akan mendorong perubahan nyata.

Bahkan dari hal-hal sederhana seperti mengubah pola makan kita dan membatasi ketergantungan kita pada produk hewani, mampu mengurangi jejak karbon kita secara signifikan.

Baca juga Deforestasi Menjadi Ancaman Global Terburuk Paling Awet

Potongan Puzzle

emisi puzzle

Memecahkan masalah perubahan iklim mirip halnya dengan memecahkan teka-teki, potongan-potongan kecil yang tampaknya tidak penting menjadi kritis ketika melihat gambaran yang lebih besar.

Di dunia dengan miliaran orang ini, satu negara, satu keluarga, satu orang tampaknya terlalu kecil untuk membuat perbedaan besar; namun, ketika kita melihat sejarah, perubahan besar itu dimulai dari yang kecil.

Kita ambil contohnya pada peradaban aztec yang runtuh bukan karena senjata dan pedang yang dibawa pendatang eropa, tapi banyak dari penduduk aztec saat itu tewas di atas ranjang setelah terkena kuman yang dibawa bangsa eropa

Sama halnya dengan pandemi 2020 ini, siapa menyangka makhluk super kecil ini bisa berdampak pada krisis dunia?. Kita tidak bisa meremehkan hal-hal kecil tersebut, Rossa park seorang perempuan yang melakukan sesuatu yang tampaknya kecil dengan tidak menyerahkan kursinya di bus memicu Gerakan Hak Sipil besar-besaran. Satu tindakan kecil membawa perubahan besar.

Sama halnya dengan membalikkan dan menghentikan perubahan iklim akan membutuhkan upaya dari setiap bagian kecil dari sebuah puzzles. Secara keseluruhan, dunia bergantung pada setiap orang yang melakukan bagian kecil mereka.

Tindakan kecil bisa membuat perubahan besar. Tapi sebelum kita membahas aksi kecil itu, mari kita bahas dulu mengapa perubahan iklim adalah topik yang sulit dan mengapa begitu sulit untuk memicu perubahan besar.

Siapa Yang Jadi Korban

Momen bersejarah seperti yang dijelaskan sebelumnya menunjukkan bagaimana setiap orang dan hal yang dianggap kecil tersebut memiliki peran yang sangat besar.

Bagaimana orang Amerika dapat bersatu untuk kebaikan yang lebih besar, kemudian bagaimana bangsa eropa tidak sengaja menjadi penular bakteri dan menguasai benua amerika, tetapi mengapa kita tidak dapat melakukan hal yang sama terhadap perubahan iklim?

Di sanalah ilmu pengetahuannya, orang-orang sadar akan ancaman yang akan segera terjadi, tetapi kita tetap saja terus secara sembrono merusak lingkungan dengan menebar emisi, menghamburkan energi, dan berkontribusi pada penambahan plastik dan sampah yang memenuhi lautan dan membunuh beberapa ekosistem terpenting di dunia.

Tapi ada satu alasan yang jelas mengapa kita sebagai masyarakat bisa terdorong untuk mendukung gerakan hak sipil bersama Rosa parks dan memahami bagaimana runtuhnya civilization aztec, yakni karena masing-masing memiliki Korban yang jelas.

Orang-orang menyaksikan Rosa Parks dan lainnya secara damai memprotes dan mengalami diskriminasi hanya karena berbeda warna kulit. Mereka melihat kelompok dipukuli, dilukai, dan diancam hanya karena duduk di tempat yang tidak mereka sukai. Mereka adalah korban.

Kemudian kuman yang dibawa bangsa eropa untuk menyerang aztec pun merupakan penyakit bangsa eropa di masa sebelumnya. Pada kedua momen sejarah tersebut secara jelas menunjukkan siapa korban yang sebenarnya.

Ketika orang dapat melihat dan terhubung dengan sesuatu, mereka lebih bersedia untuk mengambil tindakan. Seperti yang dikatakan Foer, respons emosional ditingkatkan oleh kejelasan.

Disebut oleh para peneliti sebagai bias simpati, ada sejumlah situasi yang menimbulkan kekhawatiran: efek korban yang dapat diidentifikasi (kemampuan untuk memvisualisasikan detail penderitaan), efek dalam kelompok (kesan kedekatan sosial dengan penderitaan), dan efek simpati yang bergantung pada referensi (Tampilan kondisi korban tidak hanya mengerikan tetapi juga memburuk).

Misalnya, ketika melakukan eksperimen penggalangan dana melalui email terhadap sekitar dua ratus ribu calon pendonor, email yang menampilkan individu yang disebutkan namanya dan bukan kelompok yang tidak disebutkan namanya mengalami peningkatan sumbangan sebesar 110 persen. Ketika ada korban yang jelas, kita lebih mungkin untuk mengambil tindakan.

Kemudian kita mendengar bahwa perubahan iklim pada akhirnya akan berdampak pada kita, orang yang kita cintai, anak-anak, dan kita tidak mengambil tindakan apapun untuk itu. (meski korban sudah jelas diketahui -yaitu kita sendiri)

Faktanya, ketika kita mendengar bahwa perubahan iklim akan mengancam jutaan orang, kita mendapati statistik dan isu tersebut sulit dipercaya. Namun, ini bukan pertama kalinya kami harus mengakui kebenaran yang sulit dipercaya.

Peternakan Yang Dianggap Sepele

peternakan emisi

Tentunya kita tahu tentang efek dari bahan bakar fosil. Perusahaan seperti Exxon telah mengetahui tentang bahaya bahan bakar fosil dan pemanasan global sejak tahun 1950-an. Jadi apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan itu? Mereka membuat kampanye dan mempublikasikan informasi palsu dalam upaya melindungi bisnis penghasil uang mereka.

Sekarang informasi lebih banyak tersedia, para pemerhati lingkungan saat ini kian fokus pada efek bahan bakar fosil pada lingkungan kita. Dan sementara ini semua baik dan benar, pengeboran minyak tentu sebagian besar bertanggung jawab atas pemanasan global, akan tetapi ada informasi lain yang jarang diungkap dan bahkan tidak diakui sebagai faktor utama lain yang berkontribusi pada lambat laun perusakan planet kita.

Baca juga Belajar dari pandemi: optimis menuju masa depan lebih baik

Bagaimana jika saya katakan bahwa peternakan sama merugikannya dengan bahan bakar fosil? Sementara bahan bakar fosil menyumbang 25% dari emisi berbahaya, beda tipis dengan peternakan menyumbang 24% emisi. Sama berbahayanya, mengapa para pencinta lingkungan tidak fokus pada emisi peternakan hewan industri? Para pencinta lingkungan sebagian besar mengabaikan dampak dari permintaan daging yang luar biasa besar di dunia.

Faktanya, film dokumenter mantan Wakil Presiden Al Gore "An Inconvenient Truth" sama sekali tidak menyinggungnya. Sederhananya, menyarankan agar orang mengadopsi pola makan vegan dan menghindari daging dan produk susu adalah sangat radikal.

Ya, meski kita sangat tidak mungkin untuk menjadi pemakan tumbuhan secara utuh, tapi fakta ketergantungan kita terhadap daging sangatlah memilukan. We need balance -semoga kita bisa membahas ini kedepannya-.

Kita tidak bisa meremehkan suatu sekecil apapun, apalagi menganggapnya tidak memiliki pengaruh di dunia ini. Stigma masyarkat bahwa hal-hal seperti di atas sangatlah sederhana dan tidak begitu berpengaruh terhadap ancaman iklim cukup fragmatis dan keliru. Serta di sisi lain kita memang perlu membuat perubahan yang lebih besar untuk melihat perbedaan yang lebih cepat dan signifikan.

Kita Butuh Potongan Puzzle Yang Lebih Besar

Di suatu malam pada tahun 2006, Kyle Holtrus yang berusia delapan belas tahun sedang mengendarai sepedanya, tiba-tiba sebuah Chevy Camaro menabraknya dan menyeretnya ke bawahnya sejauh tiga puluh kaki (sekitar 9 meter). Thomas Boyle Jr., seorang saksi terdekat saat itu, dengan cepat berlari untuk membantu.

Dibanjiri adrenalin, dia mencengkeram bingkai Camaro dan mengangkatnya selama 45 detik untuk menarik holtrus bebas. Ketika ditanya mengapa dia mau melakukannya, Boyle berkata, "Saya aka nemnjadi manusia terburuk jika melihat seseorang menderita seperti itu dan bahkan tidak mencoba untuk membantu ... Yang bisa saya pikirkan adalah, bagaimana jika itu adalah anak saya?" Boyle merasa dia harus melakukan sesuatu.

Ketika satu orang saja secara luar biasa mengangkat mobil seberat 3.500 pon, banyak orang lain melakukan bagian mereka dalam membantu Holtrus bertahan dari cobaan beratnya juga. Sesuatu yang cukup sering kita lakukan ketika kita melihat lampu merah berkedip di belakang kita di jalan, kita hanya menepi.

Mungkin sederhana tapi memungkinkan agar ambulans sampai menuju Holtrus tepat waktu dan segera membantu menyelamatkan hidupnya.

Setiap bagian sebuah puzzle, tidak peduli seberapa kecil, sangat penting dan hidupnya bergantung pada masing-masing potongan puzzle. Jadi sementara kita semua bisa melakukan bagian terkecil, kita juga membutuhkan bagian yang lebih besar untuk membantu mengambil tindakan dan melakukan perubahan. Dengan kata lain, mengubah iklim tergantung pada apa yang paling bisa dilakukan oleh kebanyakan dan juga paling sedikit yang bisa dilakukan satu orang.

Secara individu, kita mungkin merasa tidak berdaya dalam menghadapi perubahan iklim. Maksudnya, kita adalah (hanyalah) seseornag yang harus melawan perusahaan-perusahaan raksasa yang memiliki kekuasaan dan kekayaan yang tak terhitung banyaknya. Dan bukankah perusahaan-perusahaan ini yang bertanggung jawab atas runtuhnya Bumi?

Meskipun mereka tentu memainkan peran besar, penting untuk diingat bahwa perusahaan ini juga terdiri dari individu, dan kita sebagai konsumen mengendalikan perusahaan yang kita dukung dan mana yang tidak. Tindakan individu dapat memicu tindakan. Kami telah membahas pentingnya tindakan tunggal Rosa Park, jadi mari kita lihat contoh yang lebih baru.

Sebuah buku di tahun 1960-an telah mengguncang dunia dan mempengaruhi paradigma kita terhadap industri dan lingkungan hingga hari ini. Rachel Carson menulis buku yang berjudul "Silent Spring" yang secara radikal mengkritis penggunaan pestisida kimia di industri pertanian yang bahkan dia tidak menyebunya sebagai pesticide namun biocide (pemnbunuh makhluk hidup).

Saat itu ia hanya mengisahkan kejadian di mana seseorang yang terbangun di musim semi (spring) merasa keheranan karena tidak menemukan burung dan tupai yang biasa menyambutnya. Dari latar belakang dirinya seorang ahli biologi, Carson menyajikan cerita yang sangat syarat akan pesan dan kritisismenya terhadap alam

Namun bagaimana bisa sebuah buku yang ditulis oleh perempuan ini bisa berpengaruh terhadap munculnya gerakan pro lingkungan besar-besaran? bahkan menentang industri pestisida DDT raksasa saat itu.

Sebagaimana penuturan Linda lear saat itu bahwa Carson memahami betul karakter pembacanya, dan mayoritas dari mereka yaitu ibu rumah tanggga. Hanya dengan berkumpulnya mereka (orang biasa -- bukan akademisi atau politisi) dapat mencetuskan gerakan yang fenomenal. Lagi-lagi dari sesuatu yang kita anggap tidak telalu besar.

Setiap bagian dari Puzzle itu penting, dan masing-masing melakukan bagiannya. Dimulai dengan sebagian besar pendapat ahli seorang carson, hingga juta bagian yang lebih kecil yang secara sukarela menerima pendapat tersebut, gerakan besar-besaran tidak akan terjadi tanpa keduanya. Memecahkan perubahan iklim tentunya butuh pendekatan serupa serupa, dan kita membutuhkan semua orang besar dan kecil untuk melakukan bagian mereka untuk memberantas ancaman pemanasan global.

What about The Nature Conservancy? It is the only group I know which is doing something practical about actually preserving areas. -rachel carson

Pantang Menyerah

Selama beberapa dekade, manusia telah melucuti Bumi dari sumber daya alamnya lebih cepat daripada yang bisa kita lakukan untuk mengisinya kembali. Ibarat meminjam lebih banyak uang daripada yang dapat kita bayar kembali, kita dengan cepat memasuki fase yang disebut "perubahan iklim yang tidak terkendali" di mana kita tidak akan dapat membayar kembali hutang kita.

Melalui penggundulan hutan, kita telah menyisakan Bumi dengan sumber daya yang lebih sedikit untuk menyerap gas berbahaya yang terus kita pancarkan ke atmosfer dan segera efeknya akan menjadi tidak dapat diubah.

Misalnya, lapisan es yang mencair. Kita tak bosannya mendengar ini sepanjang waktu, tapi apa artinya? Es mendinginkan Bumi dengan berbagai cara, salah satunya dengan memantulkan matahari. Warna putih cerah mereka memantulkan matahari sementara laut gelap menyerap panas itu. Jadi, jika lapisan es mencair maka "darksea" terus menyerap panas dan menghangatkan Bumi. Semakin banyak es yang mencair, semakin panas Bumi kita, sehingga menciptakan lingkaran setan yang sepertinya tidak pernah berakhir.

Baca juga Peran Religiusitas Masyarakat untuk Lingkungan

Kita sendiri sudah melihat efek pemanasan global melalui peningkatan badai yang kuat dan banjir yang sangat destruktif akhir-akhir ini, dan sebagian manusia berpendapat bahwa bencana alam ini hanya akan memperburuk. Jadi apa yang bisa kita lakukan? Sangat mudah untuk menyerah, membiarkan Bumi terus menderita di tangan manusia.

Tapi kita harus berjunag, kita harus memecahkan "the puzzle", dan kita harus melanjutkan pencarian kita untuk menyembuhkan Bumi kita. Kita memiliki kewajiban untuk menyelamatkan generasi masa depan kita, untuk menyelamatkan generasi yang lebih miskin yang paling menderita.

Kita adalah manusia, kita bisa berpikir rasional dan melakukan perubahan etika.

Apa yang kita lakukan sekarang akan dicatat dalam buku sejarah, atau setidaknya di internet, dan kita akan diadili atas tindakan kita. Kita butuh akan setiap bagian dari puzzle-puzzle.

Penutup

Perubahan iklim sangat tidak jelas dan menakutkan. Kita sering mendengar tentang pemanasan global dan tentang pencairan es, kita juga telah berusaha meningkatkan kesadaran diri dan orang lain tentang hal tesebut dan melukakan yang kita bisa seperti mengurangi atau tidak menggunakan sedotan plastik, mendaur ulang sampah dan lainnya, semua dalam upaya untuk mengurangi jejak karbon kami.

Dan sementara semua praktik ini hebat, dimana hal itu adalah potongan-potongan kecil dari teka-teki yang lebih besar. Kita perlu menerapkan kebiasaan dan praktik yang menjadi bagian yang lebih besar.

Namun, banyak orang tidak menyadari efek berbahaya dari pertanian industri yang menghasilkan sebagian besar gas berbahaya yang dilepaskan ke atmosfer. Dengan mengurangi ketergantungan konsumsi produk hewani, kita juga dapat berkontribusi pada pengurangan 25% dari polusi gas rumah kaca dunia. Dan sementara perusahaan besar memainkan peran penting dalam pemanasan global, kita sebagai konsumen memiliki kekuatan untuk mendukung atau tidak mendukung perusahaan besar.

Kita sebagai individu dalam ekologi bukanlah hal remeh, bahakan menjadi tetapi penentu apakah suatu "puzzle" bisa diselesaikan atau tidak.

Memahami Puzzle Bencana Perubahan Iklim - Siapa Yang Dirugikan?
Baca juga :
Checkout Form Whatsapp
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM