10 Kaidah memahami hubungan antara sains dan islam

Beyt el hikma (house of wisdom) , the abbacid empire

Bismillahirrohmanirrohim 
Sebuah topik yang banyak orang di dalamnya terjatuh pada kesalahan, baik kesalahan dalam memahami prinsip islam atau kesalahan dalam memahami prinsip sainsnya. Maka di antara masalah yang banyak dalam hal ini adalah ketika mereka menggabungkan keduanya dalam rangka menghubungkan antara islam dan sains. Ketika terdapat kesalahan dalam memahami salah satunya akan berdampak pada kesalahan memahami hubungan keduanya. Wajib bagi kita sebagai penuntut ilmu syar'i dan ilmu dunia untuk bisa menjelaskan hubungan antara islam dan sains.

Kaidah 1
Domain sains itu terbatas. 
Jika kita perhatikan, yang dibahas dalam ilmu sains itu meliputi hal yang bisa dinalar oleh akal dan ditangkap oleh pancaindra. Maka sebagaimana akal dan pancaindra itu terbatas maka domain sains pun terbatas. 
Sains mempelajari alam semesta dengan Dua cara:
1. Eksperimen
2. Membangun teori

Eksperimen sangat bergantung pada pancaindra, kemampuan kita, dan tidak lain eksperimen adalah al 'aadah -kebiasaan yang ada di alam semesta. 

Misalnya: suatu elektron melalui sebuah media listrik maka kebiasaan elektron adalah bergerak begini-begitu. Kebiasaan-kebiasaan tersebut yang ditangkap oleh eksperimen. 
Karena domain terbatas, banyak hakikat yang tidak bisa kita ketahui melalui sains, namun dapat diketahui melalui jalur wahyu (Al Quran dan Sunnah). 

Adapun menjadikan sains sebagai mashdar talaqqiy -menjadikan science sebagai sumber untuk mengambil Aqidah dan ilmu dengan cara menetapkan yang telah science tetapkan, membatalkan yang telah science batalkan, dan mengingkari apa yang tidak bisa science bicarakan seperti nubuwwah, ketauhidan Allah, surga dan neraka maka ini merupakan kekufuran. 

Catatan: mashdar talaqqiy muslim meliputi 2 sumber, 
(1) Al Quran, sunnah, dan ijmaa' sebagai mashdar primer
(2) Akal yang lurus dan fitrah yang selamat sebagai mashdar sekunder

Kaidah 2
Jika masalah akidah itu kebanyakan bersifat ghaib - diluar domain science. Maka Allah Subhanahu wata'ala telah menantang orang-orang kafir untuk membuat semisal Al Quran, yang mana Al Quran sendiri bisa mereka dengar, baca, dan telah mereka ketahui bahasannya. Bahkan saat itu turun di tengah-tengah kaum yang memahami ilmu bahasa arab. 
Allah Subhanahu wa Ta’alaa tidak membebani mereka untuk membuktikan keberadaan malaikat, jin, hakikat akhirat, namun menantang mereka dengan membuat al Quran semisal. 
Ibnu khaldun dan syaikhul islam ibnu taymiyah mengatakan hal serupa 
"Al Quran tidak hanya kitab petunjuk, namun ia juga merupakan bukti atas hidayah dan petunjuk itu sendiri." 
Adapun dalam hal-hal lain kita bisa melihat bahwa suatu hal yang ingin dibuktikan dengan buktinya sendiri seringkali dua hal yang berbeda/terpisah. Tidak halnya dengan Al Quran yang merupakab petunjuk (guidance) sekaligus sebagai bukti (evidence) Al Quran itu sendiri. 

Bantahan terhadap orang kafir bahwa al Quran tidak ilmiah, mereka berkata "sesuatu bisa dianggap ilmiah bila dapat difalsifikasi (bisa menentukan sesuatu itu benar atau salah dengan penjelasan) -sebuah teori yang berasal dari ilmuwan carl popper. 
Mereka bilang jika malaikat memiliki sayap sekian hingga sekian ini tidaklah ilmiah karena tidak bisa dichek/falsifikasi. Sebagaimana mereka membantah teori string yang dianggap tidak bisa difalsifikasi. 

Catatan dalil al Quran: al baqarah ayat 23

Kaidah 3
Allah yang menciptakan alam semesta dan mengatur apa yang ada di dalamnya (dengan tujuan, tidak main-main) bil haq agar manusia bisa beribadah kepada Allah. 
Banyak pihak yang berusaha meniadakan Allah, mereka bilang cukup dengan sains bisa memahami alam semesta, maka bila dikatakan kepada mereka bahwa yang dia dapat dari science itu hanya tentang "apa dan bagaimana" , namun tidak bisa mendapat jawaban "kenapa?" --hanya dapat dijelaskan melalui jalur wahyu. 

Ibnu katsir mengatakan "yang berhak untuk diibadahi adalah Dzat yang telah menciptakan alam semesta ini" --hikmah dari ayat ayat tentang penciptaan langit dan bumi. 

Kaidah 4 
islam memotivasi untuk berfikir dan mentadabbur ayat-ayat Quraniyah dan Kauniyah.
Penting dipahami agar tidak berpikiran bahwa muslim itu tidak boleh memikirkan alan semesta, dan ini adalah image di sebagian orang kafir terhadap kaum muslim -- tidak mau melakukan riset science secara serius.
Fenomena kaum muslimin jauh dari riset science yang benar itu memiliki hubungan dengan jauhnya muslim dengan islam itu sendiri, bahkan dalam ilmu islam tidak ilmiah, dalam masalah hadits, tafsir tidak mengetahui kaidahnya. Menjadi PR BESAR untuk membawa kaum muslim menuju keilmiahan ilmu syar'i.
Islam memotivasi kita untuk mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat baik ilmu syar'i maupun ilmu dunia.

Ilmu syar'i terbagi menjadi dua:
- fardhu ain seperti Aqidah dan Fiqh
-fardhu kifayah seperti ushul fiqh, dan ilmu alat
Juga ilmu dunia pada asalnya dihukumi mubah namun bisa menjadi fardhu kifayah jika ditinjau dari segi maslahat untuk ummat. Seperti ilmu kedokteran, bahkan bisa jadi fardhu ain apabila suatu ilmu hanya bisa dipelajari oleh seseorang saja dalam waktu cepat misalnya dan sangat urgen.

Catatan dalil al Quran: al jatsiyah 13

Kaidah 5
Allah menetapkan sunnah kauniyah-Nya di alam semesta dan inilah yang dipelajari sains.
Contohnya : 
Api itu panas, salju itu dingin
Energi itu konstan

Sunnah kauniyah itu terjadi atas kehendak Allah dan Allah bisa menggugurkan/mengubah sunnah kauniyah tersebut, misalnya mukjizat para nabi dan rasulnya -api tidak membakar nabi ibrahim, nabi musa membelah laut, nabi isa lahir tanpa ayah dan lainnya.
Ketika kita melihat sains, sains itu berisi hanya tentang sunnah kauniyah berada di alam semesta, berulang, tentang keteraturan yang berjalan atas kehendak Allah.


Kaidah 6
Islam agama ilmiah dan pertengahan dalam menempatkan akal dan logika. 
Misalnya dalam ilmu aqidah, ketika seseorang menempatkan sesuatu sebagai sebab padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab baik secara syari maupun kauni maka hal ini termasuk kesyirikan. Contohnya ada pihak yang meyakinj seseorang berdiri di pintu percaya akan terhalang jodohnya; Ahli bidah berkata bahwa syaikh mereka masuk kamar dan tidak keluar selama seminggu, kemudian mereka meyakini syaikhnya pergi ke mekkah langsung dari kamarnya, maka hal ini khurofat.
Di antara contoh lain, seperti dalam permasalahan fiqh yang mana hukum syar'inya menunggu keputusan dari hasil study sains. Pada bab thaharah ada pembagian jenis jenis air diantaranya air musyammash (air pada wadah logam dibawah terik matahari), apakah air ini makruh untuk berwudhu? Ulama mengarahkan untuk merujuk kepada studi sains (karena riwayat yang ada tentang ini dinilai dhoif), maka merujuk kepada ilmu kedokteran - -jika penggunaan air tersebut secara tegas berbahaya terhadap kulit maka ini haram, jika aman tidak menyebabkan penyakit maka ini boleh.
Islam berada di pertengahan, tidak mengagung-agungkan akal, juga tidak menghinakan akal.

Kaidah 7
Tidak akan ada pertentangan antara dalil syar'i yang dipahami secara shahih dengan sains yang kesimpulannya sudah mapan, karena semuanya dari Allah.
Jika tampak ada pertentangan, maka:
1. Pemahaman terhadap dalil bisa jadi keliru.
2. Kesimpulan sainsnya belum mapan.

Contohnya orang orang penganut bumi datar berusaha memahami ayat Allah akan tetapi dengan pemahaman yang salah sehingga justru membuat kesimpulan yang bertentangan dengan al waqiy (realita) bahkan bertentangan dengan ijmaa' (seperti pendapat syaikhul islam).

Sebagaimana bab aqidah, syaikhul islam juga mengatakan "tidak akan ditemukan pertentangan antara akal yang lurus dengan nukilan dalil yang shahih".

Kaidah 8
Al Quran adalah kitab untuk memberikan hidayah dan petunjuk, bukan kitab science. Namun al quran dan sunnah bisa jadi memberikan isyarat sains, sebagaimana informasi-informasi mengenai embrio, fase janin, madu sebagai obat dan lain-lain.
Al Quran adalah at tibyanan li kulli syai'i akan tetapi tidak berarti perincian-perincian sains ada seutuhnya dalam al Quran.

Kaidah 9
Setiap ilmu ada kaidah kaidahnya, dan wajib bagi kita untuk mengetahui kaidah kaidah tersebut sehingga kita tidak berbicara tanoa ilmu.
Termasuk juga ilmu tafsir dan ilmu sains, memiliki kaidah kaidah tersendiri.
Bahaya apabila memahami sesuatu tanpa kaidah tersebut, contohnya penganut bumi datar (tidak ilmiah dan hanya mempublikasi di media seperti yutub tidak pada jurnal publikasi ilmiah untuk dikaji); cocoklogi angka ayat dengan tanggal kejadian dll.
Sebelum membantah suatu teori, ia harus ahli terlebih dahulu terhadap teori yang dibantahnya.

Kaidah 10
Dalil dalil syari yang sharih yang berbicara tentang alam semesta tidak mengapa dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi untuk melakukan riset science.
Contoh: penelitian terhadap habbatus sauda berdasarkan hadits tentangnya.

Namun harus proper dan menggunakan metodologi yang benar dan jangan menafsirkan dalil sharih dengan sains yang belum mapan.
Contoh: 1hr akhirat sama dengan 50.000 tahun di bumi dikatakan sebagai teori relativitas.
Ini tidak tidak sharih dan ngawur.

Berbicara tentang relativitas, maka teori ini membahas tentang dunia (bukan akhirat). Relativitas khusus menjelaskan relativitas waktu antara 2 pengamat  (yang bisa jadi 2 pengamat tersebut sama sama di bumi), perbedaan waktu yang dialami kedua pengamat tersebut itu yang dibahas relativitas khusus. Adapun relativitas umum bisa jadi bahasannya antar galaxy, akan tetapi sama sama di alam semesta (dunia). Demikian terhadap dalil di atas bisa jadi antara alam semesta dengan alam lainnya (seperti alam malaikat, gaib) dan dalil tersebut juga tidaklah sharih.

Hal tersebut bisa membuat malu kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir, mereka bilang orang-orang islam terlalu banyak cocoklogi. Sehingga apabila relativitas itu salah, dalam keadaan kaum muslim telah "menafsirkannya" dengan dalil tersebut akan menjadi berbahaya.



Ada banyak dalil belum bisa kami sertakan karena kendala dan keterbatasan, semoga Allah Subhanahu wa Ta’alaa mengampuni saya dan menjaga ustadz  Dr. andi octavian latif M.Sc.

Dicatat oleh kemal maolana
Diselesaikan di cisewu kab. Garut 03 Agustus 2020
10 Kaidah memahami hubungan antara sains dan islam
Baca juga :
Checkout Form Whatsapp
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM