Urgensi Penerapan Integritas dalam Kehidupan Sosial dan Karir Profesional

“Integrity is the quality of being honest and having strong moral principles that you refuse to change”- Cambridge English Dictionary

Pernahkah Kawan Elgharuty mendengar kata integritas? Ya, kata ini tak lagi asing di telinga kita. Kata yang sering digaungkan oleh banyak tokoh dan dianggap sebagai landasan prinsip yang harus dipegang oleh seseorang.

Menurut Cambridge English Dictionary, integritas adalah kualitas dalam bersikap jujur dan berprinsip moral kuat yangmana kita menolak untuk mengubah sikap dan dan prinsip tersebut. Seseorang yang memiliki sifat integritas dalam dirinya akan berperilaku jujur meski dengan atau tanpa penilaian orang lain, dan memiliki prinsip moral yang kuat yang tak mudah goyah terpengaruh lingkungan sekitarnya.

Pentingnya sifat integritas dalam diri manusia sangat relevan dengan penerapannya pada kehidupan sosial maupun karir profesional. Orang yang sekadar cerdas mungkin bisa terjerumus ke dalam perilaku dan tindakan licik demi memuluskan tujuannya. Namun, berbeda dengan orang cerdas dan berintegritas, maka ia akan senantiasa menggunakan kecerdasannya hanya dalam jalan kebenaran, meski terkadang harus mengorbankan pilihan lain yang sama-sama menguntungkan.

Berbicara mengenai integritas dalam kehidupan sosial, maka tak asing lagi bagi kita dengan kutipan “Manusia adalah makhluk sosial” yang artinya manusia akan selalu berinteraksi dan membutuhkan satu sama lain. Dalam interaksi sosial ini, kita akan menemui berbagai latar belakang dan karakteristik manusia di masyarakat.

Latar belakang yang heterogen ini menjadikan diri kita perlu untuk beradaptasi guna dapat memasuki kehidupan bermasyarakat dengan baik. Ketika seseorang memiliki integritas yang tinggi pada dirinya, maka ia dapat berjalan pada prinsip-prinsip moral yang diyakininya dan mampu menyesuaikan dengan kondisi tempat yang mereka tinggali dalam waktu terkait.

Tak berbeda dengan kehidupan bermasyarakat, dalam dunia karir profesional pun integritas memiliki tingkat urgensi yang tinggi untuk diterapkan. Setiap orang yang berkarya dengan penuh integritas di dalam dirinya, maka akn mengerjakan tugas-tugasnya dengan penuh kejujuran dan profesionalisme, sebab mereka meyakini bahwa yang dikerjakan dalam pekerjaannya bukan untuk mencari pandangan positif dari manusia saja.

Namun, pekerjaan yang dilakukan dengan integritas akan lebih menekankan pada pemenuhan tanggung jawab dan beban moral yang akan memberikan nilai kepuasan tersendiri bagi individu yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan benar dan baik.

Lalu, Apa Keuntungan Penerapan Integritas di Kehidupan?

Berbicara mengenai keuntungan bagi orang yang menjalani hidup dengan penuh integritas, maka tentu hal ini tidak dapat diukur secara tepat dengan bentuk keuntungan fisik. Orang yang berintegritas akan mendapat pemenuhan kepuasan batin sebab menjalani aktivitasnya berdasar prinsip-prinsip yang diyakini.

Keuntungan tersebut lebih mengarah pada aspek rohani dan memiliki keterkaitan dengan kesehatan mental. Integritas akan menghindarkan manusia dari rasa bersalah atas tindakan tidak profesional saat bekerja, atau bahkan rasa bersalah akibat berbuang curang dan tidak jujur kehidupan menjalani kehidupan bermasyarakat.

Tantangan dalam Menetapi Integritas

Dalam menjalani prinsip luhur di kehidupan, maka tentu saja ada hal-hal yang menjadi penguji untuk menilai seberapa kuat diri kita dalam menetapi prinsip tersebut. Menjadi manusia berintegritas seringkali diuji dengan kondisi lingkungan yang menempatkan diri kita pada situasi yang riskan, Kawan Elgharuty! Suatu saat, kita akan dihadapkan pada kondisi di mana kita harus menetapi prinsip dengan membawa dampak yang kurang menyenangkan, atau mengendorkan prinsip demi kemashlahatan bersama.

Tenang saja, dalam setiap situasi yang menyangkut karir dan kehidupan sosial, kemungkinan untuk ditemukannya jalan tengah sebagai solusi pemecah masalah akan tetap ada. Namun, ketika kita menetapi prinsip integritas, maka jangan lupa untuk mengemasnya dalam balutan sikap yang dapat diterima banyak orang. Menjadi orang jujur dan berprinsip mungkin tak disenangi semua orang. Ketika kita bisa menempatkan diri dengan baik, maka potensi munculnya masalah-masalah yang bisa menentang integritas diri kita dapat direduksi.

Membahas tantangan dalam menjalani integritas, kita dapat mengutip jawaban Alya Nurshabrina, Miss Indonesia 2018 ketika ditanya soal integritas dan cara menghadapi tantangannya, begini pendapat Miss asal Jawa Barat tersebut yang telah diringkas ke dalam bahasa Indonesia: “Saya yakin untuk menghadapi tantangan tersebut formula saya tetap sama, yaitu: E+R=O (Event + Response = Outcomes). Artinya, ketika tantangan terjadi dan saya memberikan respon positif, maka saya akan mendapat hasil yang positif pula. Itulah integritas menurut saya,”.

Dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa memberikan respon positif atas segala tantangan yang dihadapi adalah sangat penting, terlepas apa pun hasil yang akan didapat nanti, maka yakin kita akan tetap mendapatkan sisi positif dari hasil tersebut (meski sebatas kepuasan batin).

Jadi, jangan takut untuk menjadi orang yang berintegritas. Begitulah Kawan Elgharuty bahasan mengenai urgensi penerapan integritas dalam artikel ini.

Menurut Kawan Elgharuty, seberapa penting sih integritas untuk diterapkan? Tulis di kolom komentar, ya!

Additional article by Agung Zakaria (instagram.com/ag._.ng)
Urgensi Penerapan Integritas dalam Kehidupan Sosial dan Karir Profesional
Baca juga :
Checkout Form Whatsapp
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM