Kegelisahan menjadi tamu pesta pernikahan di masa pandemi Covid-19

    Pandemi covid-19 telah mengubah cara pandang banyak orang terhadap undangan pernikahan. Ketika kita ingin memberikan yang terbaik dengan memberikan perhatian berupa dorongan dan doa hangat kepada dua sejoli yang akan menikah, kemudian merayaknnya bersama teman dan keluarga. Sekarang kita berpikir harusnya atau baiknya kita berbuat demikian atau hanya tetap tinggal di rumah dan hanya mengucapkan "selamat"lewat story instagram. Sebelum memesan tiket penerbangan, booking hotel, dan mengemas pakaian, maka ada beberapa hal musti kita tanyakan dan harus terjawab, ini dia.
Akad nikah -Portal Jember



Kemana aku akan pergi dan bagaimana aku bisa kesana ...?

    Kebanyakan kita pasti akan bertanya pada dirinya, "bagaimana aku pergi kesana, apakah dibolehkan menggunakan mobil pribadi tanpa tes?" dan lain sebagainya yang mana beberapa pilihan pasti akan jatuh ke travel umum karena kita akan 'disanitasi'dulu disana. kemudian pertanyaan lainnya yang kerap muncul "apakah tempatnya berbahaya, banyakkah kasus positif disana? apakah aku bisa tidur dengan nyenyak?" ini sangat penting untuk segera di jawab karena akan berpengaruh terhadap kenyamanan kita di tempat sana dan selama perjalanan. Bahkan di beberapa wilayah mungkin masih mewajibkan kita untuk karantina selama 14 hari lagi setelah pulang nanti. 

apakah tetap diberlakukan sosial distancing dan harus mengenakan masker ...?

    Aturan dan regulasi di setiap daerah berbeda-beda, juga bagaiamana pihak pengantin atau wedding organizer mengeksekusinya berubah-ubah tergantung situasi. Maka sebaiknya kita tanyakan kepada WO tersebut misalnya sebelum berangkat ke sana secara langsung baik melalui website official atau nomor telepon, mungkin mereka bisa memberi penjelasan seperti "seluruh client kita menggunakan masker 100 persen selama di dalam gedung juga menjalankan sosial distancing dan masker senyaman-nyamannya." atau ungkapan lain. Mungkin saja bisa membantu menjawab kegelisahan kita terutama bila di pesta tersebut menhyediakan sanitizer, kursi berjarak, pengecek suhu dan lainnya.

Mungkin ga ya kalo weddingnya outdoor ...?

    “dari semua pembicaraan tentang acara di luar ruangan itu lebih sehat atau lingkungan berisiko lebih rendah, sangat masuk akal untuk menanyakan apakah seluruh pernikahan akan di luar ruangan,” hanya saja diketahui bahwa pemanfaatan gedung pada awalnya memang digunakan untuk mencegah gangguan cuaca seperti hujan dan terik matahari.  Jadi mungkin pertanyaanya akan berubah lagi “Dan jika hujan, apakah pasangan itu punya rencana cadangan? Jika ya, akan terlihat seperti apa? ” Bagi banyak pengantin, ini mungkin berarti memilih tenda untuk berjaga-jaga jika cuaca tidak mendukung.

Bagaimana Makanan dihidangkan ...?

    Bayangkan bila prasmanan, makan besar ala keluarga atau preset table itu sudah tidak mungkin lagi dilakukan. kita hanya berpikir untuk menjaga makanan kita seaman mungkin dari sentuhan orang lain, "apakah bisa?" tenunya kita bisa menanyakan hal tersebut ke petugas penjaga makanannya.
Ada banyak kegelisahan lainnya seperti "berapa lama aku harus disana?" "bolehkah kalau saya minta izin bermalam di hotel dsb." dan lagi tulisan ini hanya ingin menggambarkan kegelisahan akhir-akhir ini saja, adapun untuk penyelesaiannya maka ini bergantung pada diri kita dan kondisi realnya yang tentu berbeda-beda. di tempat kami pun masih sudah per 23 agustus 2020 sudah belasan undangan pernikahan dari bulan juni dan sudah terkonfirmasi undangan lagi sampai september, sebagian berjalan "normal" dengan menaati protokol seperti cek suhu, masker dll. 
sekian.
    

    
Kegelisahan menjadi tamu pesta pernikahan di masa pandemi Covid-19
Baca juga :
Checkout Form Whatsapp
Data Anda
Data Lainnya
KIRIM