buku ini ditulis oleh seorang ulama besar, muda, dan dikenal hingga saat ini al Imam yahya ibn sharf ibn murri abu zakariya an Nawawi asy syafi'i rahimahullah
baca juga "potret mereka dalam menjaga keikhlashan"
ISTIMEWA
baca juga "potret mereka dalam menjaga keikhlashan"
ISTIMEWA
Riyadhush Shalihin adalah salah satu masterpiece yang diwariskan kaum Muslimin dari generasi ke generasi. Sejak disusun oleh penulisnya, Imam an-Nawawi Rahimahullah, yang wafat th. 767 H, hingga kini, buku ini terus menjadi best seller dunia dan tak pernah berhenti dicetak, walaupun telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, bahkan dalam satu bahasa kadang diterbitkan oleh lebih dari satu penerbit, tetapi semuanya tetap diserap dalam kapasitas besar oleh kaum muslimin.
Ini tentu membahagiakan, karena menunjukkan bahwa buku ini dibaca secara luas oleh berbagai kalangan, yang juga berarti bahwa buku ini di samping lintas generasi, juga lintas level pendidikan, lintas usia, lintas disiplin ilmu yang ditekuni, bahkan tak terbendung oleh sekat-sekat sektarian yang terjadi begitu memilukan dalam tubuh umat islam; semua kalangan mengkajinya dan mengambil manfaat darinya. Karena itu buku ini adalah salah satu warisan abadi kaum muslimin, insya Allah.
Buku ini adalah salah satu masterpiece yang lahir dari ketidakcukupan dan krisis, diantara karya yang mengubah dunia (dengan taufik dari Allah), mengubah peta dan arah mata angin dunia. inilah salah satu kaya beliau yang dengannya beliau dijuluki dengan gelar MUHYIDDIN (Penghidup agama) oleh para ulama, seakan-akan agama ini sebelumnya mati suri lalu dihidupkan kembali dengan karya ini. -- Gelar muhyiddin tersebut merupakan gelar internasional. kalau di zaman sekarang ibaratnya mendapatkan penghargaan noble. ada noble di bidang science, humanity education dll. maka imam an nawawy mendapat penghargaan di bidang agama.
karya ini sangat luar biasa dengan izin Allah, karya yang spektakuler yang lahir dari rahim kesulitan, kefakiran. beliau rahimahullah tidak kaya dan tidak berkecukupan dalam hidupnya.
buku riyadhus shalihin menempati Ranking #2 dalam sisi penyebaran dan pengkajian. kitab ini hanya kalah dari satu kitab yang menempati ranking pertama yaitu kitabullah Al Quran -karena Al Quran paling banyak dikaji, dibaca dan penyebarannya sudah ke berbagai penjuru dunia.
KEUNGULAN DARI SISI KEPENULISAN:
Pertama, isi kandungannya yang memuat bimbingan yang dapat menata dan menumbuhkan jiwa serta melahirkan satu kekuatan yang besar untuk berhias dengan ibadah yang menjadi tujuan diciptakannya jiwa tersebut dan mengantarnya kepada kebahagiaan dan kebaikan, karena kitab ini umum meliputi Targhib dan Tarhib serta kebutuhan seorang muslim dalam perkara agama, dunia dan akhiratnya. Kitab ini adalah kitab tarbiyah (pembinaan) yang baik yang menyentuh aneka ragam aspek kehidupan individual (pribadi) dan sosial kemasyarakatan dengan uslub (cara pemaparan) yang mudah lagi jelas yang dapat dipahami oleh orang khusus dan awam.
Dalam kitab ini penulis mengambil materinya dari kitab-kitab sunnah terpercaya seperti Shohih al-Bukhoriy, Muslim, Abu Daud, An Nasaa’i, At Tirmidziy, Ibnu Majah dan lain-lainnya. Beliau berjanji tidak memasukkan ke dalam bukunya ini kecuali hadits-hadits yang shohih dan beliau pun menunaikannya sehingga tidak didapatkan hadits yang lemah kecuali sedikit itu pun kemungkinan menurut pandangan dan ilmu beliau adalah shohih.
Kedua, tingginya kedudukan ilmiah yang dimiliki pengarang Riyadhush Shalihin ini diantara para ulama zamannya karena keluasan ilmu dan dalamnya pemahaman beliau terhadap sunnah Rasulullah.
Kitab Riyadhush Shalihin ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki kitab selainnya dari kitab-kitab Sunnah dan dia benar-benar bekal bagi penasihat, permata bagi yang menerima nasihat, pelita bagi orang yang mengambil petunjuk dan taman orang-orang sholih. Hal inilah yang menjadi sebab mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan ulama sehingga mereka memberikan syarah, komentar dan mengajarkannya di halaqoh-halaqoh mereka.
Akhirnya tidak dapat dipungkiri, kitab ini termasuk kitab yang paling banyak tersebar dan dimiliki sehingga kemasyhurannya telah melangit dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan orang-orang khusus dan awam, dan cukuplah (sebagai bukti) umumnya masjid menjadikannya sebagai bahan bacaan yang dibacakan kepada makmum setelah sholat atau sebelumnya.
demikian mengenai karya fenomenal ini, semoga Allah mencurahkan rahmat kepada sang penulis.
yang berminat membeli buku ini (bahasa indonesia) bisa di sini.